Provinsi Banten, khususnya Kota Serang, sedang mengalami gelombang antusiasme yang luar biasa terhadap olahraga bola basket. Olahraga yang dahulu dianggap sebagai aktivitas elit, kini mulai memasyarakat dan merambah ke berbagai lapisan sosial. Fenomena Demam Basket di Banten ini terlihat dari semakin banyaknya anak muda yang menghabiskan waktu sore mereka di lapangan-lapangan setempat. Meningkatnya minat ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dan organisasi olahraga untuk menyediakan sarana dan prasarana yang layak guna menampung energi positif dari masyarakat yang kian membara.
Merespons tren yang sedang berkembang pesat tersebut, pengurus daerah melalui Perbasi Serang meluncurkan sebuah inisiatif ambisius yang menyentuh langsung ke jantung komunitas. Program Revitalisasi Lapangan Terbuka menjadi prioritas utama untuk memastikan bahwa setiap warga memiliki akses terhadap fasilitas olahraga yang berkualitas tanpa harus membayar biaya yang mahal. Banyak lapangan yang sebelumnya terbengkalai atau mengalami kerusakan pada permukaan dan ring, kini mulai diperbaiki, dicat ulang dengan warna-warna yang menarik, dan dilengkapi dengan penerangan yang memadai untuk penggunaan di malam hari. Transformasi fisik lapangan ini secara instan meningkatkan gairah warga untuk kembali turun ke lapangan.
Komitmen untuk menghadirkan fasilitas ini tidak main-main, karena targetnya adalah menyediakan lapangan standar di Setiap Kecamatan di wilayah Serang. Dengan adanya lapangan yang bagus di dekat lingkungan tempat tinggal, hambatan jarak bagi anak-anak untuk berlatih dapat teratasi. Hal ini juga memicu munculnya klub-klub basket baru di tingkat kecamatan yang menjadi motor penggerak kompetisi lokal. Semakin banyak lapangan yang tersedia, maka semakin banyak pula kompetisi antar-kampung atau antar-sekolah yang bisa digelar, yang secara otomatis akan meningkatkan jam terbang dan pengalaman bertanding bagi para pemain muda di Serang.
Dampak positif dari kegiatan yang digagas oleh Perbasi Serang ini tidak hanya terasa pada prestasi olahraga, tetapi juga pada aspek sosial masyarakat. Lapangan basket yang telah direvitalisasi kini menjadi ruang publik yang sehat, di mana interaksi antar-warga terjalin dengan kuat. Di tengah maraknya penggunaan gawai yang berlebihan, kehadiran lapangan basket terbuka menjadi solusi efektif untuk mengajak remaja bergerak aktif dan bersosialisasi secara nyata. Olahraga menjadi media yang ampuh untuk menjauhkan generasi muda dari perilaku negatif seperti tawuran atau penyalahgunaan obat terlarang, sekaligus membangun karakter disiplin dan sportivitas sejak dini.