Dalam olahraga bola basket, keputusan mengenai kecepatan dan struktur serangan seringkali menjadi faktor penentu kemenangan. Tim yang paling efektif adalah tim yang mampu melakukan transisi mulus antara serangan cepat atau Fast Break dan serangan terstruktur (Set Play). Memahami kapan harus lari dan kapan harus bersabar adalah Strategi Serangan Basket yang sangat penting. Penguasaan kedua mode serangan ini memastikan tim selalu berada dalam posisi ofensif yang menguntungkan, baik saat memimpin maupun mengejar ketertinggalan.
Fast Break adalah senjata paling mematikan dalam bola basket karena memungkinkan tim mencetak skor mudah sebelum pertahanan lawan sempat mengatur posisi. Peluang untuk Fast Break muncul segera setelah turnover (bola direbut), rebound defensif, atau tembakan yang terlewatkan. Kunci keberhasilan Fast Break adalah kecepatan transisi dan komunikasi non-verbal yang cepat. Ketika tim melakukan rebound defensif, point guard harus segera mencari umpan panjang (outlet pass) ke rekan setim yang sudah berlari ke depan, menciptakan situasi numbers advantage (misalnya 3 lawan 2 atau 2 lawan 1).
Namun, tidak semua penguasaan bola harus diakhiri dengan serangan kilat. Ketika lawan berhasil kembali ke posisi pertahanan atau ketika tidak ada peluang numbers advantage dalam waktu 5-7 detik pertama, Strategi Serangan Basket harus beralih ke Set Play. Set Play adalah serangan terstruktur yang telah dirancang dan dilatih secara rinci, memanfaatkan screen, cut, dan pola gerakan untuk menciptakan tembakan terbuka. Set Play sangat berguna di akhir kuarter, setelah time out, atau ketika tim sedang berjuang menemukan ritme di bawah tekanan.
Keputusan untuk beralih dari Fast Break ke Set Play harus diambil dalam waktu yang sangat singkat oleh Point Guard. Misalnya, tim harus mencoba Fast Break jika mereka mencapai garis tiga angka lawan dalam waktu di bawah 7 detik. Jika waktu transisi melebihi 7 detik, kemungkinan besar pertahanan lawan sudah siap, dan Strategi Serangan Basket harus dipicu ke Set Play untuk menghemat waktu tembakan 24 detik. Tim yang disiplin tidak akan memaksakan tembakan Fast Break yang buruk.
Pelatih sering menekankan pentingnya disiplin ini. Dalam pelatihan taktik yang dilakukan oleh tim nasional pada hari Senin, atlet diberikan drill di mana mereka harus membuat keputusan Fast Break atau Set Play berdasarkan visual pertahanan yang mereka hadapi dalam waktu 2 detik. Statistik liga menunjukkan bahwa tim yang mempertahankan keseimbangan serangan (sekitar 30-40% skor berasal dari Fast Break) memiliki efisiensi serangan per penguasaan bola yang lebih tinggi, membuktikan bahwa kemampuan untuk sabar dan terstruktur dengan Set Play sama pentingnya dengan kecepatan dalam Fast Break.