Dalam sebuah tim basket, keberadaan pemain bintang yang memiliki kemampuan teknis di atas rata-rata memang sangat penting, namun tanpa arah yang jelas, kumpulan bakat tersebut seringkali gagal mencapai tujuan utama. Di sinilah letak vitalnya sosok pemimpin di dalam lapangan. Membangun kepemimpinan kapten bukan hanya soal siapa yang paling jago mencetak angka, melainkan siapa yang mampu menjaga mental rekan-rekannya saat tertinggal poin, siapa yang mampu mengomunikasikan instruksi pelatih dengan tenang, dan siapa yang menjadi perekat di ruang ganti. Kapten adalah perpanjangan tangan pelatih yang harus memiliki kebijaksanaan melebihi usianya.
Menyadari bahwa jiwa kepemimpinan tidak selalu muncul secara alami, Perbasi Serang mengambil inisiatif strategis untuk mengasah kemampuan tersebut secara formal. Mereka mengadakan serangkaian kegiatan terstruktur yang dirancang khusus untuk membentuk mentalitas pemimpin pada para kapten dan wakil kapten tim dari berbagai klub di wilayah Banten. Hal ini dilakukan karena mereka percaya bahwa sebuah organisasi yang kuat lahir dari pemimpin-pemimpin kecil yang hebat di setiap level tim. Serang ingin menciptakan standar baru di mana setiap tim memiliki “jenderal lapangan” yang disegani karena wibawa dan integritasnya.
Penyelenggaraan workshop leadership ini melibatkan para ahli psikologi olahraga dan mantan pemain senior yang memiliki pengalaman panjang dalam memimpin tim di level nasional. Dalam sesi ini, para peserta diajarkan teknik komunikasi asertif, cara mengelola konflik antar pemain, hingga bagaimana memberikan motivasi di saat-saat kritis pertandingan. Kepemimpinan bukan berarti otoriter; seorang kapten di Serang diajarkan untuk memimpin dengan teladan (leading by example). Mereka harus menjadi orang pertama yang datang ke tempat latihan dan orang terakhir yang pulang, menunjukkan bahwa kerja keras adalah bahasa kepemimpinan yang paling universal.
Target utama dari program ini tentu saja adalah para pemain muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung basket Serang di masa depan. Melalui simulasi kasus, mereka diberikan skenario-skenario sulit yang mungkin terjadi dalam sebuah kompetisi, seperti menghadapi keputusan wasit yang kontroversial atau menjaga semangat tim saat mengalami kekalahan beruntun. Dengan melatih ketenangan pikiran dan kecepatan pengambilan keputusan melalui workshop ini, para pemain diharapkan memiliki kematangan emosional yang lebih baik. Hasilnya mulai terlihat, di mana kualitas pertandingan di liga-liga lokal Serang kini menjadi lebih tertib dan penuh dengan semangat sportivitas yang tinggi.